Wednesday, December 25, 2013

hati-hati PHP Online menyengsarakan

contoh resi palsu
PHP-pemberi harapan palsu. Kata ini cukup fenomenal dikalangan para remaja usia 14 s.d 25 lah….sebab setelah usia 25 bukan lagi PHP sebutannya tapi pembohong. Usia di bawah 25 PHP acapkali terjadi sebagai dampak dari harapan yang tidak bersahut tangan. Korban PHP adalah orang yang paling dirugikan dan paling diuntungkan. Dirugikan karena hatinya minimal sehari akan terasa sesak oleh genangan air mata, diuntungkan karena pengalaman adalah guru terbaik jadi kemungkinan 80% tidak akan terulang kembali kasus PHP lagi.
PHP itu lengket dengan penipu tapi yang sungguh disengaja. Jadi adakalanya PHP itu benar-benar tidak disengaja, memang karena keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengabulkan harapan.
Dalam dunia perdagangan PHP menjadi momok berat di online trading-atau perdagangan online. Telah ratusan kali onliner tertipu oleh penyedia produk Online. Sebut saja

VIEKA OLSHOPP (DISPLAY NAME DI BBM)
FACEBOOK: http://www.facebook.com/vika.adinanta NO HP/PIN BB: 081994940354/22542B62
NO.Rekening: BCA 1150454065 an M.Arief Ridwan


Hal semacam ini juga termasuk PHP, pasalnya Penipu menawarkan produk yang aduhai dengan harga yang relatif miring dari pasaran-bahkan bisa sampai 70%. Tidak hanya satu, tapi beberapa pembeli tertarik dengan produknya. Merekapun mulai berkomunikasi via sms, call atau chat dengan penipu. Bla-bla-bla…..akhirnya deal harga dan ongkirnya, pembeli diminta transfer ke no rekening sejumlah yang disepakati. Fase inilah yang paling penting, “pembeli mentransfer uang ke No rekening penipu”. Meskipun udah deal via sms, chat, atau telp, tapi pembeli tidak mentransfer maka pembelian dianggap batal-aman. Tapi kalau udah terlanjur transfer, jual beli menjadi sah dan ternyata penipu tidak mengirim produknya…haaa…..haaa…kena PHP.

Berhati-hatilah..berikut ada beberapa tips untuk terhindar dari aksi tipu-tipu via Onlien trading.

  1. 1.      Hati-hati dengan iklan yang mencantumkan harga miring jauh dari harga normal dipasaran- bisa terindikasi BM (black Market) atau kedok penipuan. Saran saya tidak usah direken iklan semacam ini, carilah iklan yang wajar.
  2. 2.      Hati-hati dengan pembuat iklan yang bila kita sms, lalu dibalas dengan telp. Belanja online selalu mengutamakan efesiensi anggaran, karena secara normal harusnya harga online lebih mahal dari harga toko karena ketambahan ongkir. Dengan membalas Telp, pembuat iklan ini tidak mengindahkan prinsip ini yang artinya perlu dicurigai kalau dia adalah calonpenipu..
  3. 3.      Perhatikan brand toko atau alamat penyedia iklan. Telusuri dengan sedetail-detailnya melalui google maps, image, dsb hingga mendapatkan titik terang bahwa toko itu benar-benar valid dan terverified sebagai toko online yang terpercaya.
  4. 4.      Jangan asal mentransfer uang bila nama rekening tidak sama dengan nama pembuat iklan, bisa jadi itu rekening pinjaman atau rekening orang lain yang nyasar.
  5. 5.      Pilihlah jasa pengiriman yang confident-semacam JNE atau TIKI atau POS Indonesia. Jangan yang lain, apalagi cargo. Mending mahalan dikit tapi jelas dari pada menyakitkan.

Sekian terima kasih semoga bermanfaat
Disqus Comments