" Mari Sejukkan Indonesia dengan Membaca Sholawat Nabi"
Home » » Opini Pacaran Memutuskan Nilai Kebaikan Pertemanan

Opini Pacaran Memutuskan Nilai Kebaikan Pertemanan

Posted by MASTER SENI on Minggu, 20 Januari 2013


dlu memng q prnh mmja drmu,
,,. ttpi skrg knp u mnghrpkan q, pdhal q dch mndptkan pnggnti dri u yang lbh baek drpd u, bhkn u prnah mnykti htinx ,,
,.skrg q jdi sring bertngkr dgnnx krna drimu, 
q tak tw q hmpir ptus dgnnx krna drmu, cba jka u brda dposisi q,

, 
skrg pkh u dch puas dgn pa yang u lkukn pda q????????

,., jauhin q jgn dktin q, q dch pnx pnggnti u yg lbih baek, yang lbih mngrty q drpda dri u, skrg q dch pnx pcr yng mnrut q pling bergna dlm hdup q.

inilah fenomena anak muda bahkan masih sangat muda. Kata-kata ini saya copy dari sini-https://www.facebook.com/eamamad?fref=ts perlu diapresiasi dengan bijaksana hal semacam ini. Bahasa yang digunakan sangat lugas jelas tertuju pada seseorang. Kejelasan ini tentunya bisa berakibat negative dan positive kecenderungannya 70 dan 30 persen, artinya rawan berdampak negative. Seseorang yang dituju dalam surat ONLINE tersebut bisa jadi tertekan batinnya, ingin meluap emosinya, merasa tidak ingin disalahkan dsb.
Setidaknya ada tiga tokoh cerita di sana, yaitu AKU=pembuat surat(DONI bukan nama sebenarnya), DIA=pacar barunya(RITA bukan nama sebenarnya), dan KAMU=pacar lamanya(DEWI bukan nama sebenarnya). Nama-nama tersebut DONI, RITA, dan DEWI hanya untuk mempermudah proses penulisan.
Karena bila dianalisis akan muncul beberapa pertanyaan diantaranya:
  1.   Apa yang telah dilakukan Dewi(pacar lamanya Doni) kepada Doni hingga membuat Doni harus bertengkar dengan Rita(pacar barunya Doni)?
  2.  Apa kelebihan Doni hingga Dewi masih mengharapkannya untuk kembali?
  3.  Mengapa Doni dan Dewi putus pacaran?

Pertanyaan tersebut tidak perlu kita bahas, karena sifatnya sangat privasi. Yang perlu dibahas adalah nilai sosialnya, dimana di sana dengan lugas mengatakan “jauhin q jgn dktin q “ pernyataan ini keras menudung Dewi untuk melepaskan hubungan pertemanan hanya karena Rita. Teman tidak ada nilainya dibanding dengan pacar, pacar adalah segalanya, pacar adalah yang paling mengerti tentang kita. Sangat disayangkan, sangat disayangkan.
Harusnya dengan pacaran kita bisa bertingkah lebih dewasa, lebih menghormati hubungan social mengurangi kekolotan egoisme yang ujungnya perpecahan. Solusi terbaik menurut saya, lebih baik status pacaran bukan alasan untuk memutuskan tali pertemanan atau hubungan saling kenal mengenal, jadi meskipun telah putus dengan mantan pacarnya, jangan seterusnya putus pula silaturahminya apalagi masih memendam benci yang berkelanjutan karena hal ini akan membuat belenggu hati yang ujungnya hidup tidak dengan damai, mati pun tak ada perdamaian. So,,,baik-baiklah status pacaran tidak abadi-ujungnya putus lagi, sakit hati lagi, sedangkan saling mengenal dengan baik/teman tidak pernah ada putusnya, tidak ada sakit hati. Ingat pacar bukanlah status istri atau suami, maka perlakukanlah dengan sesuai kapasitasnya.

Thanks for reading & sharing MASTER SENI

Previous
« Prev Post

6 blogger-facebook:

  1. bknnxa sya pngin mmtuskn hub prtmann dngnnx,,
    tpi sya sdah sbel dgn tingkh lkunx,,
    bhkn 1 kls pun sbel m tingkh lkunx

    BalasHapus
  2. [-(

    muda, cinta, patah hatiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaa,.,.,.,cerdas,.,.,.,.,,kasihan tapii

      Hapus