Monday, January 14, 2013

Cinta dalam Pandangan Ridho Al-Farabi




Kawan saya Ridho Al-Farabi pernah update status di FB

Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah keterpautan jiwa dan jika itu tak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad.

Bila dicermati Bang Ridho ini hendak bilang ,” janganlah usaha mencari cinta seseorang melalui pendekatan atau cara apapun, karena cinta tidak akan muncul melalui proses keterbiasaan berdasarkan ukuran waktu”. Sekilas statement ini bertentangan dengan semboyan jawa yang mengatakan,” tresno jalaran saking kulino”, namun ketika direnungkan lagi ternyata tidak juga.

“tresno jalaran saking kulino”= “cinta muncul dengan keterbiasaan”=”cinta berhubungan dengan waktu”. Sejatinya tresno itu tidak ada hubungan dengan kulino, cinta itu muncul sebelum kulino dating, karena ada cinta maka kulino dipertegas untuk mendapatkan kemantapan diri bahwa ada nada yang seirama dengan yang dicintai.

Jadi, bila ada usaha apapun untuk melakukan pendekatan-sebenarnya sudah ada cinta dihatinya-hanya saja cinta itu ingin memperoleh pengakuan, ingin mendapatkan tempat pelampiasan, dan ingin-ingin lainnya yang tak jarang melepas kode etik cinta secara hakiki.

Heee…ada yang unik dalam komentarnya status Ridho Al-Farabi ada yang mengatakan,

harus dipertahankan mskpn sudah lama dan tekun itu adalah bentuk sosialisasi qt untk saling bisa memahami harus ada proses dlm menjalin hub cinta wkakakak, “.

Bentuk sosialisasinya ternyata melalui sms, telp, chat dsb dengan dalih untuk saling bisa memahami agar cinta tetap bersemi. Kontan komentar ini kontroversi dengan status Ridho Al-Farabi yang berarti komentator ini secara tidak langsung mempublishkan bahwa sesungguhnya dia khawatir bila cintanya terbang hilang ditelan jarak-baca LDR. Kekhawatiran ini wajar karena seirama dengan konsep menghargai diri sendiri yang berbunyi, “bila usaha tak dihargai, maka kecewa menghantui,”.

Yang jelas apapun itu, nampaknya cinta banyak variasinya tergantung dimana letak kebenaran itu disandarkan. Hahahahahaaaa…
Disqus Comments