Berubah tapi tidak Berubah, Sama

Bismillah, ternyata tidak ada yang berubah. Dari dahulu hingga sekarang nampaknya ada perubahan, tapi sejatinya tetap sama. Dulu saat jelajah pernah malakukan kesalahan dengan tanpa pembicaraan, saya langsung mengambil keputusan. Merekapun kecewa padaku. Selanjutnya, saya hampir selalu tidak tepat waktu dalam memenuhi janji, janji makan, janji sekolah, janji rapat. Sekarang semua hal itu seakan menjadi masa depan yang akan terulang padaku. Setiap keputusan yang hendak saya ambil, rasanya dejavu mengulangi masa lalu. Ketakutan salah mengambil keputusan selalu membisiki telinga kiriku.
Dalam kondisi genting seperti sekarang, dikala kebenaran harus segera diwujudkan saya masih saja menyembunyikannya berharap ada pahlawan yang membantu saya meneriakkan kebenaran dan menarik saya merangkul kebenaran itu. Kembali” dulu dan sekarang sama, hampir tak berubah”.
Ini beban psikologi, beban atas kesendirian yang mengurangi kewarasan kedewasaan. Setiap hari, hanya seonggok layar tuli yang kupandang lengkap dengan segala imaginasinya, seolah layar tuli ini sangat memahamiku, eh...ternyata layar tuli itu malah berusaha membodohiku dengan segala rayuan palsunya, dengan segala ke-maya’annya.

Sudahlah...saya sudah hampir bosan dengan keluh kesah yang tak kunjung berdesah.

4 comments :