Monday, December 17, 2012

Pendidikan: Kisah Cinta Remaja yang putus Cinta


NISN
998-443-3357
NAMA
ZULI***
TTL
BLITAR, 28 DESEMBER 1997
ALAMAT
RT 03 RW 02 GAMBAR WONODADI BLITAR
JENIS KELAMIN
PEREMPUAN

Buat apa aku memikirkan dia, kalau dia tidak pernah memikirkan dirimu(ku).

Lupakan BONDAN (nama samaran)

Pergi dari hidupnya dan tidak lagi dan selamanya menganggapnya dia dari sebagian hidupmu(ku), relakan dia untuk orang yang dipilihnya ikhlaskan dia, anggaplah dia sudah mati di hatimu(ku), anggaplah dia tidak pernah ada di dunia ini karena dia orang yang membuatmu(ku) sakit.

Seluruh nafas ini lihatlah luka ini, yang sakitnya abadi, yang terbalut hangatnya bekas pelukmu. Aku tak akan lupa akan(aku tak akan pernah lupa) tentang apa yang memisahkan kita. Di saatku tertatih, tanpa kau disini, kau tetap ku nanti demi keyakinan ini, jika memang kau terlahir hanya untukku, bawalah hatiku dan lekas kembali, ku nikmati rindu yang datang membunuhku.

Untukmu seluruh nafas ini,
I want with you Bondan, but you ofter my my make on

___ini adalah cuplikan surat putus cinta seorang yang masuk masa remaja yaitu diusia 15 tahun, secara psikologi pada usia ini hormone estrogen mulai tumbuh dan menunjukkan perkembangan signifikan trehadap pertumbuhan tubuh dan pikiran serta emosi.

Selama hidup baru kali ini saya menemukan sebilah surat cinta anak seusia remaja(15 tahun). Ternyata pola pikir mereka sangat cool banget, teringat kata “jika memang kau terlahir hanya untukku, bawalah hatiku dan lekas kembali, ku nikmati rindu yang datang membunuhku” sungguh manis. Kemanisannya mengkhawatirkan, terletak antara aman dan bahaya, antara haram dan halal, maksudnya bila tidak mendapat penanganan psikologi yang tepat maka dikhawatirkan bakal muncul tindakan emosional yang negative yang berupa sifat aroganisme, egois, dan penderitaan batin yang dilampiaskan secara kurang tepat.___
Disqus Comments