Curhat: 10 september 2012

hari ini 10 september 2012
sudah bukan hal mustahil bila setiap manusia selalu ada konflik, baik konflik batin maupun lahir. begitu pula dengan saya, hari ini serasa setetes air tawar jatuh tepat di iris, ternyata rasanya perih juga setara dengan diculek semut mungil. tak tanggung-tanggung sekujur mata langsung menunjukkan kemarahannya, layaknya bensin yang disulut api.
tak kuasa menahan panas, saya pejamkan mata, tak terasa air mata tiba-tiba mengiringi rasa panas yang semakin meluap. saya, dalam diam mengusap perlahan kelopak mata, dengan penuh kelembutan berharap rasa itu sedikit menghilang menghampiri senyum menariknya untuk mendinginkan panas.
lama berharap, senyum tak kunjung datang. panas semakin menggila, air mata bercucuran lebih deras, tangan tak berhenti mengusapnya lembut.
tertunduk malu, muka tertutupi tangan lebam tetesan luh. nafas pun terisak susah dibuat lancar tanpa membawa air kesusahan.
diam-diam-diam.......
lambat laun, semakin dingin......dada sedikit tegak kembali, kepala malu-malu menjadi biasa meskipun tangan kiri masih menempel menutupi mata kiri.

0 Response to "Curhat: 10 september 2012"

Posting Komentar