Monday, March 19, 2012

Curhat: Shodaqoh Akbar yang Istimewa

shodaqoh Akbar
langit masih saja mendung, hujan sebagai ujung mendung berayun-ayun belum juga menjatuhkan dirinya menemui pelataran bumi nan gersang.detik-demi detik jam berdetak mengguncang bumi detak---tak---tak---detak, bumi pun bergoyang dengan pelan-pelan seakan berayun-ayun melambaikan dirinya untuk menyambut kedatangan hujan yang telah bersiap meluncur menemuinya.
tanpa lelah bumi terus berayun, pohon-pohon yang bercokol di permukaannya pun tak luput bergoyang menyambut hujan, termasuk pula gunung-gunung tinggi menjulang pun bergoyang, batu-batu besar bergulir berlari-lari memutar memperagakan tarian penyambutan hujan, singa dan para kawanannya mendekap diam di mulut gua sedikit khawatir bila hujan mengusir sang kijang, burung-burung elang berterbangan seiring dengan tarian batu dan goyangan pohon-pohon,bersama-sama menyanyikan lagu kegembiraan.
ratusan detik berlalu, tibalah setetes hujan mengawali jutaan tetes hujan yang bergerak seperti peluru menembaki seluruh permukaan bumi. seketika goyangan bumi, pohon, batu, burung elang semakin menjadi,hingga gunung pun memuntahkan isi perutnya untuk shodaqoh sebagai tanda syukur atas turunnya hujan. tidak ketinggalan, laut sebagai yang terkaya diantara semuanya dipermukaan bumi juga menyumbang jutaan liter air laut untuk diminum oleh bumi,pohon, batu, gunung, dan semua yang ada di muka bumi. semuanya kebagian...tidak ada satupun yang tidak kebagian, sebuah shodaqoh akbar yang istimewa.
Disqus Comments