Sunday, March 11, 2012

curhat: sengsara yang ternyata nikmat


bismillah setiap awal ada akhirnya, setiap senang mesti ada susahnya. sekarang, susah itu nampaknya senang dan lumrah apa adanya, setiap hari tidak mesti bisa makan 2 kali sehari, cukup sekali sehari hanya lauk rujak sudah cukup nikmat, meskipun terkadang menahan erangan lambung untuk diisi ulang. begitu pula dengan minum air putih, tidak selalu tersedia dengan mudahnya untuk langsung diminum, semua harus rekoso dahulu.
kehidupan yang telah terbiasa, bahkan luar biasa. tidak bisa terbayangkan bila harus membagi kehidupan dengan pendamping kehidupan, mungkinkah bisa menjadikannya lebih baik sementara belum bisa hidup baik dalam mengurus diri sendiri.
keraguan, keyakinan saling tumpang tindih mengolesi dinding-dinding jantung sembari meredakan gejolak menantang kehidupan yang tidak diketahui ujungnya. sudahkah saatnya mencincingkan celana dan lengan baju untuk melewati banjir yang tidak tahu pula apakah akan semakin mengganas atau malah semakin menyusut. teka-teki kehidupan dinaungan pemberi kehidupan.
cukuplah masih bisa hidup, menyusuri sungai deras dan tenang menunggu datangnya air bah yang bakal menggiring lebih cepat ke lautan lepas untuk hidup tak terbatas bersama keindahan..............semoga kita semua akan berakhir indah...amin

Allahumma sholli'ala sayyidina Muhammad

Disqus Comments