Renungan: Pernikahan Pisah tapi tidak Pisah

Kawan, ternyata tidak semua pernikahan itu menghasilkan kelanggengan. dari beberapa kasus pernikahan, awalnya memang bahagia, namun tahun ke-lima, ke-sepuluh terjadi hal yang tidak diinginkan, yaitu perceraian dalam tingkah resmi maupun perceraian tidak resmi. perceraian resmi dimaksudkan untuk perceraian dengan persidangan yang melahirkan akta cerai. sedang perceraian tidak resmi, yaitu perceraian yang tidak sampai meja peradilan agama, hanya sehari-harinya sudah tidak pernah lagi berhubungan intim, secara syari'at tidak ada perkataan talak atau khuluq  yang keluar dari mulut pasangan suami istri. tapi karena hal tertentu akhirnya mereka tidak harmonis dalam membina keluarga diujung usia pernikahan.


kesimpulan sementara, keluarga bisa langgeng diukur dari status resmi yang masih suami istri, namun tingkah laku sehari-harinya tidak mencerminkan kalo suami istri. 


tidak layak saya selaku insan yang belum menikah mengutarakan solusi apalagi sok tahu tentang menghangatkan kehidupan keluarga, maka cukuplah sampai di sini renungan terkait keluarga yang pisah tapi tidak pisah.
semoga nantinya keluarga kita tetap langgeng lahir dan batin, di dunia hingga akhirat berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW di jannatunnai'm.


sebagai tambahan berikut saya sajikan 20 tips menjaga hubungan keluarga yang saya kutip dari www.iniunik.web.id
  1. Cinta. Tumbuhkan perasaan cinta pada pasangan, karena sampai kapan pun, manusia hidup butuh dicintai dan mencintai.
  2. Pilih Pasangan Yang Tepat. Tidak peduli seberapa menarik pasangan Anda, jika dia seorang player, pemboros tidak terkontrol, penipu, dan seorang pemabuk/pecandu atau penuh kekerasan, tidak ada jumlah cinta atau kasih sayang yang cukup yang mampu memperbaiki dirinya. Jangan coba-coba. Lebih baik, pilih seseorang yang lebih terhormat dan sehat untuk dicintai.
  3. Komunikasi adalah Kunci. Yang dimaksud bukan sekadar berbicara, tapi juga mendengarkan. Bila Anda sudah mulai malas mendengarkan pasangan berbicara, berarti Anda telah kehilangan komunikasi. Tunjukkan sikap yang baik dalam berkomunikasi, yaitu mendengarkan pasangan berbicara sampai selesai, sebelum Anda mengutarakan pendapat Anda sendiri. Ingat, perkawinan adalah timbal-balik di antara dua orang. Semua pihak ingin punya kesempatan berbicara dan hak untuk didengar. Berbicaralah secara sering dan jujur satu sama lain tentang rasa frustrasi Anda, masalah seksual dan keinginan, kemarahan, kekecewaan serta penghargaan Anda terhadap satu sama lain. Tidak ada topik yang harus terlarang untuk dibicarakan.
  4. Kejujuran. Banyak pasangan mengaku, kejujuranlah yang membuat perkawinan mereka bertahan lama. Memang, mengakui dengan jujur kesalahan dan kekhilafan, tak jarang pahit didengarkan, tapi kejujuran akan menyelamatkan hubungan. Jangan menipu diri sendiri dengan mengatakan hal yang tidak sesuai dengan kenyataan. Jujurlah jika pasangan memiliki gaya hidup tidak sehat seperti memiliki kelebihan berat badan atau terlalu sering minum alkohol. Katakan saja, "Aku mencintaimu seperti apapaun keadaanmu, tetapi lebih baik kalau aku didampingi orang yang sehat."
  5. Saling Menghargai. Hubungan perkawinan yang sukses memandang pasangannya sederajat (equal). Jalani perkawinan dengan saling menghargai satu sama lain.
  6. Saling Percaya. Jangan menghabiskan pikiran untuk terus-terusan tegang dan curiga pada pasangan. Jika suami terlambat pulang dengan alasan lalu-lintas macet, buat apa selalu menjadikannya bahan kecurigaan? Janganlah kecurigaan kecil menjadi ancaman dalam perkawinan.
  7. Pasangan Adalah Teman. Jadikan pasangan Anda sebagai teman saat suka dan duka, sebab cinta yang awet membutuhkan persahabatan, bukan sekadar emosi.
  8. Jadilah Pemain Tim. Perkawinan bukan tentang siapa yang benar dan siapa yang salah, melainkan tentang pemecahan masalah secara bersama-sama. Jika Anda mencoba untuk memenangkan argumen, Anda akan kehilangan sesuatu yang lebih penting, yakni rasa cinta.
  9. Kompromi. Apa yang Anda inginkan darinya dan apa yang dia inginkan dari Anda, perlu dikompromikan untuk mencapai keseimbangan. Seringkali ada hal kecil yang harus dikorbankan untuk memperoleh kebahagiaan.
  10. Hangatkan Cinta. Ciptakan momen-momen bahagia dalam hubungan Anda sebagai pegangan di masa-masa sulit. Perlakukan pasangan seperti teman terbaik Anda. Jika Anda menginginkan lebih banyak cinta, cobalah mencurahkannya lebih banyak.
  11. Tidur. Tidur berdampingan setiap malam lebih baik daripada kamar terpisah daripada jika kalian sama-sama tidak mengalami gangguan tidur. Jaga agar sebelum tidur semua masalah telah diselesaikan dan tidur tanpa pertengkaran.
  12. Seks. Hubungan seks dalam pernikahan menguatkan ikatan. Tapi wajar bila hubungan ini meredup selama beberapa waktu. Bila gairah mulai hilang, segera cari tahu masalahnya, apakah dari diri sendiri, pasangan atau kalian berdua. Konsultasi dengan psikiater, gunakan obat penambah gairah dengan tepat, dan variasi bisa meningkatkan hasrat seksual. Kalau Anda dan pasangan terlalu sibuk dan lelah, istirahat yang cukup bisa mengembalikan vitalitas.
  13. Ciuman. Lakukan diawal hari, lebih sering dan kapan saja kalian bisa. Ciuman sebelum ke kantor, atau ciuman sebagai ucapan terima kasih bisa merekatkan kasih sayang.
  14. Tetap Terhubung. Tidak ada yang bisa memastikan bahwa Anda dan pasangan akan tetap setia, sebaik koneksi yang baik dan hangat serta seks yang hebat.
  15. Berdandan. Setelah menikah, berdandan dan mempercantik diri seringkali terlupakan. Jaga gairah pasangan dengan tetap menjaga penampilan di hadapannya.
  16. Saling Memaafkan. Hubungan perkawinan tak akan langgeng bila salah satu pihak menyimpan dendam. Berilah maaf, jangan menyimpan dendam.
  17. Humor. Percintaan yang diselingi humor akan menyejukkan suasana. Jangan ragu untuk tertawa bersama pasangan, termasuk menertawakan hal-hal yang remeh sekalipun.
  18. Anak-Anak. Menikah dan memiliki anak tidak berarti pernikahan akan bahagia. Namun, di banyak pernikahan, anak mampu melengkapi kebahagiaan pasangan. Mereka membuat pasangan menjadi lebih dekat meskipun terkadang merupakan sumber rasa frustasi orangtua. Di banyak pernikahan yang kuat, dukungan utama bukan saja berasal dari pasangan tetapi dari anak-anak dan keluarga.
  19. Bunga. Beri kejutan sesekali dengan memberi pasangan sebuket atau setangkai bunga, bukan saja di hari istimewa seperti ulang tahun pernikahan atau valentine. Kejutan berupa hadiah kecil menunjukkan perhatian yang membuatnya terharu.
  20. Doa. Mohonlah berkah dan kemurahan hati-Nya agar cinta dan perkawinan Anda selalu berjalan mulus dan langgeng.

No comments:

Post a Comment