Opini: Mata yang membutakan Sendiri

lagi-lagi kekuatan dicoba, pergerakan diri menggerakkan titik-titik penggerak nafas tersendak sedikit oleh tingkah laku mata menyesatkan.

mata mempunyai kecepatan yang lebih cepat dari pada cahaya, atau mungkin sama. kecepatan yang disetarakan dengan semua perubahan dan dampaknya. cahaya yang sebegitu cepat datang akan begitu cepat pula perginya. dengan datangnya cahaya dunia seisinya mendapatkan kehidupan, perginya cahaya akan tetap dinanti kedatangannya. cahaya selalu memberi kebaikan, selalu membagikan kasih sayang, selalu membantu menunjukkan jalan bila gelap datang.

mata merupakan wadah tempat bersarangnya cahaya. melalui mata cahaya mampu ditangkap disetiap wujud benda, lewat mata pula hal-hal yang tidak nampak mata bisa dinampakkan meski mata dalam keadaan terpejam, itulah yang dinamakan mata batin.

mata batin ini dapat tumpul bahkan buta tatkala mata lahir menampakkan kegarangannya dengan melihat hal yang mendurhakai, sampai-sampai mulut, tangan, dan kaki ikut serta mendurhakai, semua hanya gara-gara mata.

cahaya dan mata sepasang roda kehidupan terpenting ketika nafas masih bersalaman dengan udara.
lewat mata dibantu oleh cahaya wajah-wajah nan-cantik mampu membekas mengisi relung-relung pikiran, pemandangan nan indah menawan bisa mengukir tajam diingatan.

mata ini acapkali bertindak seronok dengan mempotret tindakan alam yang sungguh dilarang oleh yang telah membuat mata ini hidup berdampingan dengan cahaya. maafkanlah bila ternyata mata ini telah mengotori mata batin, menumpulkan pedang peperangan, dan melumpuhkan air mata penyesalan.

0 Response to "Opini: Mata yang membutakan Sendiri"

Posting Komentar