Curhat: Saya Perampok Mendamba gadis nan Sae

saya hanyalah perampok
hari ini cukup membakar kulit. matahari bersinar dengan cukup terik, entah karena apa tiba-tiba matahari bisa bangun pagi. biarkanlah, yang penting matahari sedikit banyak telah membangunkan dari lelapnya gelap.
kala gelap mulai hilang matapun semakin bisa melihat dengan nampak jelas apapun yang nampak di depan. apapun, tidak peduli yang jelek maupun yang baik. jelek dan baik yang jelas dengan hadirnya matahari menjadi nampak terlihat oleh mata.
tidak semua yang terlihat itu baik untuk perut dan mulut. terkadang dengan melihat sesuatu negatif seperti halnya anak muda lagi mabuk, dilihat dengan seksama, bisa jadi tonjokan dan makian yang didapat.
sebaliknya dengan melihat yang beebau positif bisa mendapat bagian sedikit, seperti melihat pengajian, nantinya bakal mendapatkan ilmu yang insya Allah bermanfaat dan terhindar dari hal negatif kala itu.


nah...sekarang, melihat itu dapat meracuni segalanya.(kata kuncinya melihat yang menimbulkan mala petaka, bukan hanya tonjokan atau makian)

 
kala mata melihat, sekelompok perampok datang menghadang. tidak ada sesuatu yang mau dirampok dari saya, perampok tadi hanya berniat mencari anggota baru, karena salah satu anggota perampok ada yang meninggal semalam gara-gara dihajar warga. ditawarkan lowongan itu kepada saya, saya pun tidak dapat menjawabnya serta merta, kemudian saya bilang," bang maaf saya tidak bisa memutuskannya sekarang, saya butuh waktu satu hari saja, "jawabku dengan nada pelan. dalam hati ku berbicara" saya lagi membutuhkan uang instan untuk menikah nanti."
directur perampok menjawab," tidak ada waktu untuk berfikir, sudah sekarang ikut saya!" responnya dengan kasar.
saya ditarik dan diikat dimasukkan dalam kendaraan roda 4, sayangnya saya tidak ingat no.polisi mobilnya, yang saya tahu mobilnya sejenis Kijang atau Panther.
mata saya tidak ditutup, saya pun tahu segala jalan dan arah tujuan mobil ini mau kemana.
betapa saya terkejut ternyata mobil ini, berhenti di depan sebuah Bank di Kota Blitar. salah satu dari mereka kemudian membisiki saya,"perhatikan baik-baik, inilah cara kami mendapatkan kesenangan.
mereka ber-4 bersiap berpakain tertutup, memakai topeng, bersenjata api lengkap AK-47. jantungku seakan hendak copot ketakutan, mulutku tak bisa berkata apapun, hanya mataku terbelalak menikmati pemandangan perampokan yang tidak bisa ku mencegahnya.
door..dorr...dorrrr...!! suara desingan peluru Ak 47 membahana keras, puluhan orang berlarian ada yang terjatuh terinjak-injak, tertembak, terlempar, mati, darah berceceran dimana-mana.
asap hitam kematian mengepul perlahan dari dalam gedung Bank, nampak dengan gaya yang cool perampok keluar membawa 4 karung dipundak masing-masing. mereka segera bergegas masuk ke mobil, dan langsung tancap gas..........berlari pada kecepatan yang tinggi mencapai 200km/jam di spedometernya.


gigiku bergemetaran, menikmati pemandangan yang sungguh sadis menerakakan.

sesampai di tempat persembunyian,  mereka bagi hasil rampokan. ternyata mereka baik-baik hasilnya dibagi sama rata, uniknya saya pun mendapat bagian 500 juta, mereka masing-masing mendapat 900 juta, jadi total hasil rampokan kali ini adalah 4,1 Milliar. angka yang fantastik.
entah kenapa saya malah menerimanya, saya pun mengalir menikmati uang itu bersama para perampok. berkunjung ke diskotik, lokalisasi, dan tempat wisata yang istimewa.
setelah 3 bulan menikmati uang yang segitu banyaknya, saya pun seakan ketagihan. akhirnya saya belajar memegang AK-47, belajar shooting, running, dan dramalisasi perampokan. guru saya yang terbaik adalah pimpinan rampok, yang telah sukses memimpin perampokan sebanyak 24 kali dengan omzet hingga triliyunan Rupiah. saya pun termotivasi, sangat termotivasi.
perampokan pertama di sebuah Bank Lokal beromzet 200juta, saya ditunjuk sebagai pemimpin rampok. rencana pun saya gagas dengan sangat rapi layaknya perampok profesional.
perampokan pertama sukses, sukses besar......tak ada satu polisipun yang berani menangkap kami karena setiap perampokan polisi setempat, intel, dan Tentara selalu kami beri bagian 20% dari hasil rampok. trik seperti ini saya yang mengusulkan, dan disetujui akhirnya, sukses..
perampokan terus berjalan, dan terus sukses....tidak ada sekalipun kegagalan, kecuali satu hal. cinta........
saya hanyalah seoarang perampok, orang yang jauh dari surga, dekat banget dengan neraka. sedang dambaan saya mendapatkan wanita yang sholihah, sungguh mimpi di siang bolong, mimpi yang mimpi tidak bisa melihatnya.......
suatu ketika saya melihat seorang wanita cantik jelita, bekerudung sopan warna putih, tingginya semampai, kulitnya tidak putih sih, hitam manis. dia berjalan menuju masjid dengan sebatang Al-qur'an menempel di dadanya, setiap dia bertemu dengan orang yang dia lewati, seutas senyum nan manis terlempar begitu sejuknya dari bibirnya..........
sungguh istimewa....dialah yang ingin saya nikahi dulu.....

namun.....tidak mungkin............saya adalah "perampok"......orang yang HINA

Perhatian:
saudaraku......pembaca Blog saya yang budiman, artikel saya yang berlabel CURHAT ini, adalah kisah nyata yang penulis

alami, hanya saja gaya bahasa yang digunakan bertipe naratif dan bermajas Alegori. semua serba berkias dan berambigu.

agar bisa melihat makna sesungguhnya pasti ada keganjalan rasionalitas di sana, nah.....itulah kuncinya..

No comments:

Post a Comment