Friday, December 9, 2011

Curhat: Penyakit Pagi yang menyiksa

pagi yang cukup ceria mengantarkan sejumput daun berjalan menyusuri relung-relung jiwa.berbungah-bungah jiwa dikunjungi daun penebar harum alami di semua sendi-sendi nafas berhempas.

betapa cerah matahari bersinar, melengkapi kecerahan luar dan dalam.

kecerahan tidak berlangsung lama, keceriaan tidak pula mengukir dalam. cepat memudar, tergerus oleh ketidakwarasan. penyakit yang lama mengidap akhirnya kambuh lagi, penyakit lama yang merusak kewarasan jiwa. penyakit ini mencuat kembali seiring dengan semerbak harum di seantoro isi jiwa oleh kipasan pesona seonggok daun berduri.

apa yang telah telah terasa oleh jiwa tidak tentu sama dengan harumnya. jiwa hanya terjerembab pita hitam pelipur, nan tak tau akan berakhir bagaimana.

berikan saya tanda, bahwa bukan saya yang sakit jiwa
di sela-sela sepi, terbesit mungkinkah daun berguguran memang karena angin lalu, mungkinkah daun berguguran karena sudah tua, mungkinkah daun berguguran karena daun ingin meninggalkan induknya???
biarkanlah daun menjawabnya sendiri, dan izinkan memejamkan sejenak sampai terbuka olehnya....

katakanlah bahwa saya tidak sedang sakit jiwa,.,.,
Disqus Comments