curhat: Pagi hari ku sudah Mendua

Oalah sudah pagi rasanya sama saja dengan malam tadi, gelap-matahari masih enggan tersenyum, terlebih mataku masih enggan pula bersua dengan embun pagi, apalagi dengan dingin air kamar mandi. rasanya berat beranjak dari nikmatnya bersenggama dengan bantal guling.

Mereka-reka ingatan, terbesit sebuah nama terngiang melewati terpejamnya mata, terbungkamnya mulut, dan tersendatnya nafas melewati hidung untuk mensuplai paru-paru agar jantung dapat berdetak detak, mengirim darah keseluruh tubuh.

Nama yang agung, nama yang tak ada gambarannya. terlebih lagi nama berderet indah menawan mengisi seluruh isi bumi hingga sidrotul muntaha.

Tiba-tiba nama itu terhijab oleh nama lain, nama pengisi seantero raga secara tidak nyata, nama ini terkadang membawa nikmat, kadang pula membawa susah, silih berganti tiada hentinya. ..........


Perhatian:
saudaraku......pembaca Blog saya yang budiman, artikel saya yang berlabel CURHAT ini, adalah kisah nyata yang penulis alami, hanya saja gaya bahasa yang digunakan bertipe naratif dan bermajas Alegori. semua serba berkias dan berambigu. agar bisa melihat makna sesungguhnya pasti ada keganjalan rasionalitas di sana, nah.....itulah kuncinya..

0 Response to "curhat: Pagi hari ku sudah Mendua"

Posting Komentar