Breaking News
Loading...
Sunday, December 18, 2011

Curhat: Merana Semua Tertinggal, tidak ada yang tersisa

6:37 AM
Selamat Membaca Artikel Ini dengan Bijaksana, Bila Copy Paste jangan Lupa cantumkan Sumbernya
Merana Semua Tertinggal, tidak ada yang tersisa - pagi ini, jangkrik masih saja bernyanyi berniat membangunkan ku yang masih berselimut kemalasan. jangkrik tidak berhenti bernyanyi hingga telinga ini terbayang hal-hal yang tidak nggenah. tiba-tiba saya bergerak cepat, sangat cepat menyambar sebuah tempat yang sepi, tempat yang tidak ada secuil pun bangunan, gedung, listrik, sinyal HP, dan kendaraan bermotor.
jangkrik telah membawa saya ke tempat nan jauh dari dunia modern. tempat yang penuh dengan desakan pohon-pohon besar, berjejeran tak beraturan jutaan tumbuhan ilalang menyelimuti coklatnya bumi dengan warnanya yang  hijau segar. nampak dari jauh kawanan srigala sedang makan kijang hewan buruannya.dari sebelah kanan terdengar suara gemuruh air yang terasa sangat menyejukkan, sebelah kiri nyanyian jangkrik silih berganti secara harmonis semacam paduan suara bersama burung hantu, dan kodok-kodok hitam legam oleh lumpur.
ku beranjak berdiri, menengadah ke langit lepas, tidak ada apa-apanya hanya kerlap-kerlip lampu pijar kecil tergantung di angkasa, bulan yang cantik pun tak nampak hidungnya.ku pandang diriku sendiri, ku masih memakai sarung warna biru bergaris, baju batik coklat motif burung, tidak bersandal alias ceker, berkopyah hitam nan kusam beberapa bagian sudah berubah menguning.
ku pasti bermimpi," gumamku".
ku kablok pipiku yang tepos, "Plok".
" ini tidak mimpi," gerutuku cemas".
trus dimana ini? dimana kasur empukku? dimana bantal gullingku? dimana gambar wanita idamanku yang terpajang berjajar di dinding kamarku?
semuanya hilang, semuanya tidak terbawa, semua tertinggal.




Perhatian:
saudaraku......pembaca Blog saya yang budiman, artikel saya yang berlabel CURHAT ini, adalah kisah nyata yang penulis alami, hanya saja gaya bahasa yang digunakan bertipe naratif dan bermajas Alegori. semua serba berkias dan berambigu.agar bisa melihat makna sesungguhnya pasti ada keganjalan rasionalitas di sana, nah.....itulah kuncinya..

Created By : h.m. Idem www.masterseni.web.id

Terimah Kasih telah membaca artikel Curhat: Merana Semua Tertinggal, tidak ada yang tersisa . Yang ditulis oleh h.m. Idem .Pada hari Sunday, December 18, 2011 . Jika anda ingin sebarluaskan artikel ini, mohon sertakan sumber link asli.

Fajar Cahyono, S.Pd adalah lulusan S1 Seni Rupa Universitas Negeri Malang tahun 2011, setelah Lulus menjadi Guru GTT Seni Rupa di MTsN Kunir hingga sekarang Sunday, December 18, 2011, Ikut Serta dalam MGMP Seni Rupa se-Kab Blitar versi Kemenag, berbisnis di dunia percetakan dan setia dengan dunia kepramukaan.


:: Get this widget ! ::

0 comments :

Post a Comment

 
Toggle Footer